SMP Quranic Science Boarding School

Jl. Radinal Muchtar, Jagabaya Desa Rajadatu Kec. Cineam Kab. Tasikmalaya Jawa Barat 46198

"TERAKREDITASI A"

Hafizh, Cerdas & Mampu Memimpin

Mengukur Daya Hantar Listrik Suatu Larutan | QSBS

Rabu, 25 Nopember 2020 ~ Oleh Admin QSBS ~ Dilihat 275 Kali

PRAKTIKUM KIMIA SMA QSBS & QURANIC SCIENCE APPROACH

Mengukur Daya Hantar Listrik Suatu Larutan

Zat atau larutan kimia ditinjau dari kemampuan mengalirkan listrik dibagi 4 katagori, yaitu:
1. Cairan/larutan yang tidak dapat menghantarkan listrik, contoh: alkohol, bensin, solar dan sebagainya.
2. Cairan/larutan yang lemah dalam mengalirkan arus listrik, contoh : asam asetat (cuka) , asam posfat, MSG, pemutih dan lainnya.
3. Cairan/larutan yang menghantar arus listrik bersifat sedang, misalkan : asam nitrat, asam sitrat (sitrun) dan lainnya
4. Cairan/larutan yang dikategorikan kuat dalam menghantar daya listrik, contoh,: asam sulfat, asam klorida, natrium hidroksida, garam dapur dan lainnya.

Kemampuan ionisasi zat-zat tersebut dalam suatu larutan yang merupakan indikator kemampuan dalam mengalirkan arus listrik tersebut atau sebaliknya. Jadi semakin kuat sifat basa, sifat asam dan sifat garam suatu zat semakin kuat pula dalam mengalirkan arus listrik. Zat-zat yang tidak dapat menghantarkan listrik merupakan zat organik yang tidak ber-ion baik dalam cairan maupun larutan.
Apa manfaat dari sisi keilmuan bagi siswa SMA QSBS Al Kautsar 561 dalam hal mempelajari dan praktik langsung tentang daya hantar listrik?
Jawabanya:
1. Mampu mengkatagorikan zat-zat yang tergolong non elektrolit, elektrolit lemah, sedang dan kuat
2. Dalam kehidupan sehari-hari berguna untuk menggunakan zat-zat tersebut untuk daya cuci dan daya larut dan pembuatan makanan.
3. Penerapan teknologi sederhana
4. Rekayasa dalam bidang industri.

Makna atau hikmah Quranic Science yang bisa dipetik dalam praktik kimia "Daya Hantar Listrik" dalam membangun Internalisasi, keimananan para siswa SMA QSBS Al Kautsar 561, yaitu kita bisa kaji pada QS ALI IMRAN:139
وَلَا تَهِنُوا وَلَا تَحْزَنُوا وَأَنْتُمُ الْأَعْلَوْنَ إِنْ كُنْتُمْ مُؤْمِنِينَ
"Janganlah kamu bersikap lemah, dan janganlah (pula) kamu bersedih hati, padahal kamulah orang-orang yang paling tinggi (derajatnya), jika kamu orang-orang yang beriman".
Kadar manusia dimata Alloh SWT adalah kekuatan imannya. Jika kita memiliki kadar keimanan yang tinggi yaitu akan menjadi insan Mutaqqin. Keimanan manusia terus berfluktuasi kadang lemah dan kadang kuat. Jika seseorang mukmin terus memancarkan ekrktron ( elektrolit kuat) hatinya dalam penghambaan dan ketundukan kepadaNya, maka akan mendapatkan derajat tinggi dihadapan Alloh Maha Pencipta. Bahkan ketika kebenaran itu datang melalui Al Qur'an getaran elektron qalbunya nenunjukkan frekuensi tinggi. Sebagaimana larutan elektrolit kuat menunjukkan hantaran cukup kuat dalam menangkap kebenaran dan petunjukNya. Kita bisa cermati pada
Surat Al-Anfal Ayat 2
إِنَّمَا الْمُؤْمِنُونَ الَّذِينَ إِذَا ذُكِرَ اللَّهُ وَجِلَتْ قُلُوبُهُمْ وَإِذَا تُلِيَتْ عَلَيْهِمْ آيَاتُهُ زَادَتْهُمْ إِيمَانًا وَعَلَىٰ رَبِّهِمْ يَتَوَكَّلُونَ
Sesungguhnya orang-orang yang beriman ialah mereka yang bila disebut nama Allah gemetarlah hati mereka, dan apabila dibacakan ayat-ayat-Nya bertambahlah iman mereka (karenanya), dan hanya kepada Tuhanlah mereka bertawakkal.

Sebaliknya orang kafir seperti larutan non elektrolit tidak bisa menghantarkan ion-ion atau arus kebenaran yang datangnya dari TuhanNya.

إِنَّ ٱلَّذِينَ كَفَرُوا۟ سَوَآءٌ عَلَيْهِمْ ءَأَنذَرْتَهُمْ أَمْ لَمْ تُنذِرْهُمْ لَا يُؤْمِنُونَ

Sesungguhnya orang-orang kafir, sama saja bagi mereka, kamu beri peringatan atau tidak kamu beri peringatan, mereka tidak juga akan beriman, (QS Al Baqarah:6).
Demikian semoga bermanfaat dan meningkatkan keimanan bagi semuanya.
Wallahu 'alam bishawab.

Litbang Yayasan Al Kautsar 561

KOMENTARI TULISAN INI

  1. TULISAN TERKAIT