SMP Quranic Science Boarding School

Jl. Radinal Muchtar, Jagabaya Desa Rajadatu Kec. Cineam Kab. Tasikmalaya Jawa Barat 46198

"TERAKREDITASI A"

Hafizh, Cerdas & Mampu Memimpin

GEBYAR VAKSIN COVID19 AL-KAUTSAR

Kamis, 12 Agustus 2021 ~ Oleh Admin QSBS ~ Dilihat 275 Kali

Cineam, Kab. Tasikmalaya – Kamis, 12 Agustus 2021 telah dilaksanakannya vaksinasi santri usia 12-17 tahun di SMP dan SMA Quranic Science Boarding School. Vaksinasi ini terselenggara  atas kerja sama Yayasa Al-Kuatsar 561 dengan Pemerintah Desa Rajadatu, Dinsos, UPTD Puskesmas Cineam, Dinkes dan domonitoring langsung oleh Kemenkes. Vaksinasi dilaksanakan sebagai bentuk ikhtiar dalam mencegah penyebaran dan memutus mata rantai penularan virus Covid 19.

Selain untuk memutus mata rantai penularan, vaksinasi juga sebagai salah satu syarat diselenggarakannya pembelajaran tatap muka, dengan demikian pelaksanaan sekolah tatap muka bisa segera terlaksana.

Vaksin yang digunakan adalah jenis Sinofac. Tentunya santri yang melaksanakan vaksin adalah santri yang sudah memenuhi syarat seperti memiliki daya tahan tubuh yang kuat, fisik yang sehat, tidak memiliki riwayat penyakit dan atas persetujuan orang tua.

Teknis pelaksanaannya, santri diarahkan untuk membawa alat tulis masing-masing untuk mengisi formulir pendaftaran, sehingga potensi untuk berkerumun dapat diminimalisir. Setelah itu, santri berbaris dan mengisi formulir. Setiap 5 orang sekali, santri dipanggil untuk memasuki ruangan skrining, hal itu dilakukan untuk memastikan bahwa santri dalam kondisi sehat serta tidak memiliki riwayat sakit. Setelah lolos skrining, santri diarahkan ke ruangan vaksinasi dan terakhir santri diarahkan untuk menuju ke ruangan observasi dan menungggu selama kurang lebih 30 menit, sampai akhirnya memiliki sertifikat vaksin dan boleh kembali ke asrama.

Pihak Dinas Kesehatan mengemukakan bahwa vaksinasi bagi pelajar ini merupakan upaya menyelamatkan penerus bangsa. Maka dari itu, Badan Intelijen Negara (BIN) menyelenggarakan vaksinasi Covid-19 bagi pelajar SMP-SMA.

"Apalagi saat ini penularan di kalangan pelajar cenderung naik, jadi anak menjadi salah satu spreader (penularan) di klaster keluarga yang berkontribusi 85% dari total kasus positif di Indonesia," ungkapnya

“Anak-anak kasus positif yang tertular meningkat, sehingga BIN fokus pada anak-anak SMP dan SMA, karena mereka adalah generasi yang harus diselamatkan sebagai penerus bangsa," sambungnya.

Dengan adanya hal tersebut, ia juga menegaskan bahwa kegiatan ini adalah atas perintah Presiden Jokowi, setelah sebelumnya para guru-guru divaksin.  

“Tentunya prorgam vaksinasi ini dilandaskan pada pendekatan ilmiah, kemanjuran dan keamanan telah melewati berbagai jenis uji," ucapnya.

"Oleh karena itu, diharapkan ini mampu memutus mata rantai penularan, memperkecil risiko klaster keluarga, dan mengurangi risiko fatal, jika terinfeksi Covid-19,” tutupnya.

 

KOMENTARI TULISAN INI

  1. TULISAN TERKAIT