SMP Quranic Science Boarding School

Jl. Radinal Muchtar, Jagabaya Desa Rajadatu Kec. Cineam Kab. Tasikmalaya Jawa Barat 46198

"TERAKREDITASI A"

Hafizh, Cerdas & Mampu Memimpin

PROJEK SAINS SISWA SMP QSBS UJI COBA ANTIBIOTIK ALAMI

Senin, 13 September 2021 ~ Oleh Admin QSBS ~ Dilihat 301 Kali

PROJEK SAINS SISWA SMP QSBS

UJI COBA ANTIBIOTIK ALAMI

Pengenalan mengenai penelitian dapat dimulai sejak dini, termasuk Sekolah menenah Pertama (SMP). Salah satunya dengan menghadirkan Project Science yang menjadi fasilitas belajar dalam mengembangkan kemampuan sains anak, khususnya dalam penelitian. Projek sains ini merupakan mata pelajaran khas SMP QSBS yang rutin dan berlangsung selama 3 jam pelajaran pada setiap pekannya. Salah satu pembahasan yang sedang menarik di bahas dan dilaksanakan adalah uji coba antibiotik 24/8/21.

Bioteknologi merupakan salah satu sub mata pelajaran IPA di kelas IX. Materi yang disampaikan beberapa di antaranya seperti biotek kesehatan dan genetika. Biotek kesehatan sendiri yang sedang ujicobakan adalah antibiotik alami. Pembahasan ini diambil karena penggunaan obat alami pada zaman sekarang sedang marak digunakan untuk menyembuhkan manusia. Salah satu trennya seperti meminum jahe, sereh bawang putih dll. Selain itu, bahan-bahan alami tersebut juga dipercaya mampu memberikan khasiat khusus untuk tubuh manusia dibandingkan dengan antibiotik buatan yaitu amoxcicilin yang biasa diberikan oleh dokter. Maka dari itulah bawang putih, jahe dan sereh bisa jadi alternatif antibiotik alami, sehingga digunakanlah ketiga bahan alami tersebut untuk diuji sebagai kontrolnya.

Proses uji coba antibiotik alami ini caranya dengan mengembangbiakan pertumbuhan bakteri di cawan. Jika bakteri yang sedang diujicobakan nampak, maka akan dites seberapa kuat tanaman tersebut bisa menghambat pertumbuhan bakteri.

“Adanya mata pelajaran projek sains ini diharapkan anak-anak dapat melakukan penelitian sederhana secara terstuktur dan sesuai SOP penelitian pada umunya. Hal itu dilakukan untuk melatih pola pikir kritis, jiwa kreatif dan inovatif, peka terhadap lingkungan serta memiliki sikap tanggung jawab”, ujar Ibu Aida Nursidah S.Si selaku guru mata pelajaran project sains SMP QSBS.

Ibu Aida sendiri mengungkapkan bahwa tidak mudah mengajarkan penelitian untuk anak SMP. Beban ajar yang mungkin kurang biasa untuk santri SMP menjadikannya sebagai salah satu kendala bagi anak. Namun, hal tersebut tidak menjadi penghalang bagi beliau untuk pantang menyerah dalam mengajarkan anak-anak. Solusinya, beliau mengatur porsi belajar dan menyesuaikan penelitian sesuai dengan kemampuan dan sesuai materi yang sedang mereka pelajari pada silabus.

Kelebihan penelitian ini, anak terbiasa memiliki jiwa peneliti sejak dini, berpikir kritis, mempunyai pola pikir ilmiah, bertanggung jawab, dan peka terhadap lingkungan. Pelajaran ini mungkin tidak ditemukan di sekolah manapun di Indonesia untuk tingkat menengah, hanya ada di QSBS saja yang sudah mulai mengajarkan santri-santrinya untuk mengenal dan mendalami penelitian ilmiah.

Ibu Aida mengatakan bahwa dengan penelitian ini anak-anak memiliki pengalaman lebih di usianya, terutama tentang penelitian. Mereka antusias mengikuti pelajaran. Semakin hari perkembangannya semakin terlihat, karena jiwa berpikir kritisnya terus berkembang, perlahan saya tidak terlalu kesulitan untuk mengajarkan banyak hal tentang dunia penelitian. Selain itu, kesan mengajarkan anak-anak tentang penelitian sangat menyenangkan dan merasa tertantang. Jujur, menurut saya tidak semua anak memiliki minat dan bakat di situ. Namun, itu tantangan tersendiri bagi saya supaya bisa mengarahkan dan memetakan potensi mereka sebagai mana mestinya.

Harapan ke depannya pelajaran ini akan didukung terus oleh sekolah, karena kebanyakan anak lebih suka belajar praktik dibandingkan sekedar teori di kelas.  Era pembelajaran sekarang lebih mengarah kepada sains sebagai aplikasi kehidupan, bukan sekedar teori yang harus dihafal dan diberi nilai besar. Tapi sejatinya, sains itu menjiwai di setiap sendi kehidupan, menjadi pribadi yang bertanggungjawab terhadap diri, alam sekitar, dan tentu sebagai bentuk tanggung jawab dan ibadah kita kepada Allah. Menanamkan jiwa ilmuwan sejak dini, mudah-mudahan sebagai wahana mengajarkan mereka untuk menjadi pribadi yang jauh lebih taat dan bertakwa kepada Allah SWT.

 

KOMENTAR

Masya Allah...Semoga menjadi generasi terpilih, para calon ilmuwan muslim yang handal di bidangnya untuk kemajuan dan kemaslahatan umat. Aamiin - Senin, 13 September 2021

Masya Allah...Semoga menjadi generasi terpilih, para calon ilmuwan muslim yang handal di bidangnya untuk kemajuan dan kemaslahatan umat. Aamiin

KOMENTARI TULISAN INI

  1. TULISAN TERKAIT